Kaka Suminta

22 Apr

Kaka Suminta.

Seri Menulis Berita, Soal Akurasi

30 Mar

Oleh : Kaka Suminta

Menulis berita, apakah dalam bentuk berita cepat (hard news) yang mementingkan kecepatan penyampaian berita, atau yang ditulis lebih detail seperti feature, laporan panjang atau mendalam bahkan sampai laporan yang menelisik seperti reportase investigasi merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki dan dipelajari oleh mereka yang ingin menulis berita atau laporan. Metode penulisan untuk itu juga sudah dibahas dalam kuliah atau kursus dan buku-buku yang membahas soal ini. Penyampaianya kembali di sini, sekadar upaya untuk lebih menyebarkan apa yang sudah ada, sekalugus harapan untuk bisa berbagi dan berdiskusi soal penulisan berita.

 

Untuk penulisan berita pendek yang lebih mementingkan kecepatan waktu, bentuk penulisan berita dikenal dengan dua kesepahaman yang menjadi klasik, yakni kelengkapan berita yang biasa disebut dengan 5W+1H, yakni singkatan dari what, where, who. When why ditambah how. Keenam kata tanya itu merupakan standar minimal sebuah berita yang menggambarkan kelengkapan tentang apa yang sedang terjadi, di mana, kapan, siapa yang terlibat dan mengapa terjadi serta keterangan bagaimana semua itu terjadi. Baca lebih lanjut

Bertekad Tuntaskan Kasus Korupsi

23 Jul


Mendung yang menyelimuti jajaran kejaksaan saat berulang tahun Selasa (22/7) akibat mega skandal pada Kejaksaan Agung akhir-akhir ini seolah membebani peringatan hari lahir Kejaksaan RI sebaga acara negara tadi. Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Subang Yusron,SH menyatakan akan menuntaskan berbagai kasus korupsi yang selama ini menendap di wilayah kerjanya, selain terus melakukan pembenahan internal, agar masyarakat kembali mempercayai penegakkan hukum. Baca lebih lanjut

Dinamika Organisasi

3 Jul

Dalam salah satu postingnya Katum NP menyatakan akan mundur dari kepengurusan Kornas PWI-ref. Dan secara resmi akan disampaikan usai pelatihan jurnalis akhir pekan ini. Tidak lama kemudian Sekretaris I, Didik L Pambudi (DLP) menyatakan hal yang sama melalui postingan di milis ini yang Cc nya disampaikan juga ke milis tetangga. Catatan DLP menyatakan bahwa pengunduran dirinya adalah resmi walau disampaikan melalui email.
Dengan demikian 2 dari pengurus telah menyatakan mundur.Tentu merupakan sesuatu yang cukup signifikan untuk keberadaan Kornas yang memiliki kepengurusan tersebar. Karena dari 9 pengurus praktis hanya 5 orang yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Dari 5 orang itupun hanya NP, saya dan DLP yang selama ini berkesempatan mengurus organisasi.Oleh karenanya pengunduran diri NP dan DLP dari Kornas perlu kita sikapi secara serius dan proporsional.
Untuk posisi Ketum seharusnya Ketua I Denni Batubara secara otomatis menjadi pelaksana tugas jika Ketum berhalangan tetap atau mengundurkan diri. Namun kabar terakhir (mohon konfirmasi) Denni sudah kembali bertugas di Medan. Artinya cukup sulit tugas demikian diemban. Demikian juga Ketua II Harry Harzufri berdomisili di Kupang NTT. Namun saya berpendapat organisasi harus tetap jalan. Seperti kata ketua DKKE BSH, organisasi adalah masalah bersama bukan orang perorang.
Organisasi harus tetap jalan.
Itulah logikanya. Dan saya berharap kawan-kawan korda sepemahaman. Kita prihatin dengan kondisi ini, tetapi kita juga tetap harus mencari solusi dan pemecahan. Demikian juga MPN dan DKKE sebagai bagian dari perangkat organisasi tentu memilik fungsi strategis untuk menunjang langkah yang dianggap perlu untuk kelangsungan dan perkembangan organisasi. NP dan DLP sepanjang yang saya tahu tetap komit dengan PWI-Ref. tetapi memilih berada di mana juga tentunya sudah menjadi pertimbangan setiap kita.
Agenda organisasi yang telah kita sepakati adalah konsolidasi dan Konkernas. Kita fokus pada masalah ini. Untuk konsolidasi beberapa Korda telah melakukan Konferda dan menghasilkan kepengurusan, beberapa di antaranya belum sempat diterbitkan SK nya, untuk itu dalam waktu dekat saya akan mengkompilasi SK dan mandat yang harus diterbitkan dan dikirim. Dalam waktu dekat dokumen organisasi itu harus segera diterima kawan-kawan Korda. Sementara Konsolidasi Korda berjalan kita juga dihadapkan pada rekonsilidasi di tingkat Kornas—Dukungan dan masukan Kawan-kawan sangat kami butuhkan.
Untuk agenda Konkernas, kita harapkan dapat dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Atua sekitar Agustus-September 2008. Untuk tempatnya kami harap kawan-kawan dari Korda Riau, Semarang, Banten dan Jakarta menjadi alternatif sebagaimana yang pernah kita rencanakan. Dalam Konkernas inilah kita juga berharap masalah konsolidadi Korda dan Kornas sekaligus kita bahas.
Saya menganggap penting untuk menyampaikan hal ini, sekaligus mengingatkan kepada Korda-Korda untuk tetap membuat api semangat PWI-Ref menyala di seluruh Indonesia.
Wassalam.

Geger Bom Rakitan di Rumah Makan

10 Jan

SUBANG – Warga dan konsumen di rumah makan Uun di Kampung Kubang Jarang RT 04/01 Desa Karanganyar, Pusakanagara geger menyusul ditemukannya benda mencurigakandi sebuah kamar mandi rumah makan tersebut Selasa (8/1) tengah. Benda terbungkus koran tersebut diduga bom rakitan.

Karwita (27) petugas kebersihan rumah makan pertamna kali menemukan benda tersebut saat membersihkan kamar mandi benda tersebut terbuat dari pipa paralon abu-abu sepanjang 30 cm dengan diameter 10 cm. Kedua ujungnya terdapat kabel sepanjang 30 cm. Karwita mencurigai benda dilapis koram dan yang dibungkus plastik hitam.

Kapolres Subang, AKBP Drs Sugiyono,SH kepada Wartawan, Kamis (10/1) di kantornya mengatakan, dengan informasi ada penemuan benda berupa bom rakitan dirumah makan Uun di Jalur Pantura, dan pihaknya langsung melapor ke Polwil Purwakarta dan Polwil Purwakarta langsung dengan sigap menurunkan tim Gegana Polda Jabar.

“Benda mirip bom rakitan tersebut dibungkus koran berikut kantong plastik warna hitam yang disimpan di sebuah WC umum rumah makan Uun, dan oleh petugas Cleanning service dibuang ketempat sampah. Tim Gegaga langsung menjinak barang tersebut dan langsug di bawa oleh tim Gegana Polda Jabar”ungkap Sugiyono.

Kapolres Subang enggan berspekulasi, tentang keterkaitan adanya dugaan teroris yangmasuk dari Pekalongan. Kapolres menekankan bahwa benda temuan itu saat ini dalam proses penyelidikan lanjut Polwil. “Kami tidak berani berspekulasi benda itu milik siapa dan jenis apa. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan nanti. Hari Sabtu semoga bisa
diinformasikan,” paparnya.

Untuk antisipasi kemungkinan negatif, Polres Subang menyebar petugasnya yang terdiri dari Satuan Intelijen Polres di daerah lokasi dan sejumlah tempat lain yang dicurigai menjadi tempat sasaran teror. kapolwil Purwakarta, Kombes Pudjiono menyebutkan pihaknya belum bisa memberi keterangan. Pasalnya menurut dia, proses identifikasi jenis bahan peledak tersebut ditangani Satuan Brimob Jabar di Cikeruh
Sumedang.

“Saat ini benda itu sedang dilakukan identifikasi Satuan Brimob Jabar di Cikeruh Sumedang,” kata Pudjiono (J-10)

Puting Beliung Hantam Subang

10 Jan

SUBANG- Puluhan rumah termasuk 1 pertokoan, dan kampus Universitas Subang dhancur diterjang angin putting beliung yang menerjang kecamatan Cibogo dan Subang Rabu sore (9/1). du desa yang menderita terjangan tersebut adalah desa Wanareja kec, Cibogo dan
kelurahan Pasirkareumbi kec, Subang.

warga menjelaskan hujan yang disertai angin besar mulai terasa dengan adanya suara gemuruh dan pohon yang meliuk diterpa angin. Namun belum sempat berbuat banyak warga dikagetkan dengan semakin kencangnya angin disusul dengan bertumbanganya pohon dan genteng rumah. Warga baru sadar bahwa tiupan angin kencang yang seakan berpoutar tak tentu arahitu angin puting beliung.

Warga berhamburan keluar rumah, wlau saat itu hujan deras. Warga makin panik ketika melihat genting dan beterbangan dan beberapa bangunan rumah roboh ditengah deru suara angin yang seperti suara mesin diesel. Meski hanya sekitar 10 menit, tak ayal lagi warga merasa takut dan trauma melihat kejadian tersebut. Tidak ada korban manusia dalam peristiwa tadi.

“Sebelumnya terdengar suara gemuruh di langit, saat itu kami belum menyadari kalau akan ada angin putting beliung. Sebab saat itu hujan deras sedang terjadi, bahkan hujan yang sangat deras itu pun berhenti setelah suara gemuruh berhenti tahu-tahu kami baru sadar angin putting beliung menghancurkan perumahan kami,”ungkap Inah yang rumahnya porak poranda, warga Kp. Nyimplung Rt 16/ 05 Kelurahan Wanaraja.

Selain rumahnya hancur, dapur rumah Inah juga tertimpa tembok rumah tetangganya yang jatuh ke arah kediamannya. Nasib yang sama dialami oleh 14 warga sekitarnya. Sementara Karim (44) premilik toko juga mengalami nasib sama. Di kelurahan Pasirkareumbi mahasiswa Universitas Subangyang tengah kulias berhanburan ke luar ruangan tatkala angin puting beliung menerbangkan genting di atas atap bangunan.

Lukman, mahasiswa fakultas Komunikasi mengungkapkan ia dan kawan lainnya tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasanya, karena bangunan yang akan digunakan untuk pembelajaran.

“Atap diterbangkan oleh angin putingbeliung, Kami saat ini tidak dapat belajar seperti biasanya, Kami khawatir bila bangunan yang rusakakibat putting beliung roboh dan menimpa kami,”ungkap Lukman.

Ketua DPRD Kabupaten Subang, Bambang Herdadi,menyatakan korban puting beliung bukan hanya terjadi di Subang kota saja, sebab berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, kondisi serupa terjadi di Kecamatan Patokbeusi.

“Di Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, juga terjadi bencana yang sama, bahkan puluhan pohon tumbang ke jalanan hingga berakibat kemacetan dijalan,”jelas Bambang.(J-10)

Komisi Gabungan Usut Galian C

3 Jan

Oleh:Kaka Suminta
Melihat seriusnya permasalahan galian C di Subang, Komisi A DPRD akan bergandengan tangan dengan komisi C membentuk Komisi gabungan untuk mengusut permasalahan galian C tersebut. pihak legislatif menilai bahwa jajaran pemkab Subang melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) tidak serius menangani masalah tersebut.

Salah satu anggota DPRD Subang Yusnan dari fraksi PKB ketika ditemui Rabu (3/1) menyesalkan sikap pemerintah yang membiarkan beroperasinya galian C di beberapa titik di Subang tanpa ijin dan pengawasan memadai, sehingga banyak aspek pembangunan yang terimbas nehatif oleh karenanya. Di sisi lain Yusnan juga menilai jika hal tersebut dibiarkan, maka kredibelitas pemerintah menjadi pertaruhanya.

“Kami akan membentuk gabungan antara komisi A yang menangani adfministrasi perijinan, dengan komisi C yang menangani pembangunan untuk mengusut masalah galian C yang beroperasi tanpa ijin,”ujar Yusnan.

Yusnan juga mempertanyakan ketegasan pemerintah untuk mengontrol operasi galian C, karena di satu sisi bupati Subang Eep Hidayata menyatakan tidak mengijinkan operasi galian C, tetapi di lapangan misalnya di Kalijati dan Cipeundeuy galianh C yang mengeksploitasi material pasir kali masih beroperasi, yang nampak dari adanya truk pengangkut pasir yang hilir mudik dengan muatanya.

Kabag Hukum Setda Subang Kustoyo kepada terbit menjelaskan bahwa memang secara Yuridis tidak ada lagi ijin galian C yang dikeluarkan oleh bupati, tetapi ia juga tidak menutup mata tentang adanya surat ijin sementara dari instansi terkait yang menjadi dasar bagai para pengusaha galian pasir.

Pantauan Terbit di lapangan, memang masih banyak kendaraan bermuatan galian C yang beroperasi di sepenajang jalan menuju Bandung dan di jalur Kalijati-Purwakarta. Hal tersebut menandakan masih beroperasinya eksploitasi galian C di sekitar jaur tersebut. Namun tidak ada tindakan aparat di jalan raya yang menghentikan pengangkutan material bermasalah tersebut. (J-10)

Hujan Guyur Pergantian Tahun

2 Jan

Oleh : Kaka Suminta
SUBANG, Hujan yang hampir merata mengguyur Subang menjelang dan selama malam pergantian tahun baru 2008 kemarin, tidak menyurutkan minat masyarakat terutama ank muda untuk merayakanya dengan berbagai cara. Langit di atas Kawasan Wisata Citapen di Purwadadi Subang bertaburan cahaya kembang api berwarna-warni ditengah hujan dan guntur.
Bambang Herdadi Ketua DPRD Subang yang juga pemilik kawasan wisata Citapen, dalam sambutanya menjelang detik-detik pergantian tahun jam 12.00 menyatakan bahwa semaunya berawal dari mimpi, ketika dirinya masih muda dan pertama kali menginjakan kaki di Citapen 12 tahun lalu untuk menyulap danau Citapen yang dikenal angker dan sepi di malam hari menjadi sebuiha kawasan wisata yang ramai dan memberikan berkah
bagi warga disekitarnya.
“Hari ini merupakan wujud mimpi saya 12 tahun lalu, ketika menginjakan kaki di sini, saat itu Citapen adalah situ yang engker dan sepi di malam hari. Makanya saya mengajak semua untuk membangun mimpi kita bersama untuk memajukan Citapen, memajukan purwadadi, Subang dan seterusnya untuk kesejahteraan dan mimpi kita bersama.”ajak Bambang berapi-api.
Secara keseluruhan malam tahun baru di Subang berjalan aman dan lancar, hanya cuaca hujan yang membuat masyarakat mencari tempat berteduh, walau tidak sedikit yang malah menjadikan cuaca hujan sebagai hiburan tersendiri. Saat pulang di beberapa jalan menuju dan ke arah kota Subang banyak dijimlai sepeda motor rusak atau didorong
pemiliknya karena terkena air hujan, terutama sepeda motor tua dan jenis skuter.
Alunan suara para penyanyi ibukota dan lokal menyemarakan malam tahunbaru di Citapen. Guyuran hujan ternyata tidak menyurutkan minat pengunjung untuk untuk berjoget di halaman olah raga Citapen, seolah-olah mereka tidak merasakan dinginya guyuran huja dan anging yang cukup kencang diselingi kilatan cahaya halilintar. Sampai jam 02.30 pengunjung masih memadati Citapen, ketika acar terakhir dilaksanakan yakni pembagian hadiah, trophi dan piagam bagi pemenang Dangdut Mania yang digelar di Ciatapen.***

Raskin Belum Tepat Sasaran

23 Des

Oleh: Kaka Suminta
Subang, Distribusi beras bersubsidi untuk keluarga miskin (raskin) di Subang masih belum mencapai sasaran, sehingga program pemerintah untuk menyediakan kecukupan nutrisi untuk keluarga liskin tersebut masih belum optimal. Hal tersebut terjadi akibat ketidak tegasan pemerintah dalam pendistribusian sampai adanya penyelewengan dalam distribusi.

Program yang seharusnya memberikan subsidi harga beras untuk keluarga miskin sebanyak 10 Kg setiap bulan dengan harga Rp 1.000 per kilogram tersebut, dalam kenyataanya hanya diberikan 4 liter dengan harga Rp 1.100 per kilogram. Akibatnya setiap keluarga miskin tidak mendapatkan manfaat optimal dari program ini karena terlalu sedikitnya jatah yang diterima dibandingkan dengan kebutuhan kelurganya.

Ketua Subang Government Watch (SGW) Hendi Sukmayandi menyesalkan masih tidak konsistenya penyaluran raskin tersebut. Bahkan untuk kelurahan Soklat kecamatan Subang, yang berada di ibukota kabupaten Subang penyimpangan tersebut masih terjadi. Seharusnya menurut Hendi dengan kondisi masyarakat perkotaan yang lebih mngerti seharusnya hal demikian tidak perlu terjadi. Hendi menuding pihak pemerintah malas untuk melakukan sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat.(***)

Hentikan Bancakan Proyek DPRD

25 Nov

Oleh: Kaka Suminta
Subang- Suara masyarakat yang mengecam permainan DPRD atas proyek pembangunan semakin keras terdengar. Kali ini datang dari ketua Subang Government Watch (SGW) Edi Sableng kepada wartawan Minggu (25/11). Edi secara tegas menekankan bahwa DPRD harus fokus pada tugas dan fungsinya, dan tidak lagi bermain proyek, baik yang berasal dari APBD maupun APBN.

“Sudah lama saya mematau DPRD Subang yang selalu meributkan masalah proyek, dari APBD maupun APBN. Seharusnya DPRD lebih fokus pada tugas dan fungsinya sebagai lembaga legislasi, budgeting dan pengawasan, tidak malah merecoki proyek yang merupakan kewenangan eksekutif.”ujar Edi.

Dengan demikian DPRD nantinya akan dapat mengkritisi kebijakan dan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan eksekutif. Tidak ada lagi progarm eksekutif yang bermasalah dibiarkan oleh DPRD, akibat mereka terlibat dalam pelaksanaan proyek. Edi menyebutkan sudah banyak program dan kebijakan eksekutif yang bernmasalah, tetapi dibiarkan oleh DPRD akibat tidak jelas siapa lepaksana dan siapa yang menjadi
pengawas.

Misalnya Edi menyebutkan adanya anggaran yang tidak mencerminkan urgensi dalam perubahan APBD 2007 yang baru disahkan. Di antaranya adalah anggaran untuk pembuatan desain kolam renang di tanah eks pasar inpres itu tidak mencerminkan urgensi anggaran peruibahan di akhir tahun. Apalagi tidak ada kajian untuk merubah kawasan tersebut untuk kolam renang, karena pemerintah sudah memiliki Ciheuleut di Soklat,
tinggal mengembangkan saja.

Menanggapi banyaknya sorotan masyarakat atas perilaku dewan yang banyak main proyek di Subang, ketau fraksi PKB Shfyanudin menyatakan telah malakukan pengkajian atas permasalahan tersebut, dan berkesimpulan untuk melarang seluruh anggota DPRD dari Partai PKB untuk bermain proyek. Karena dengan cara demikian selama ini DPRD
telah melamahkan posisinya dihadapan eksekutif. Akibatnya DPRD tidak kritis terhadap kebijakan bupati.

“Fraksi PKB sepakat untuk melarang anggota DPR main proyek, terutama hal ini terjadi dalam perubahan anggaran melalui proyek aspirasi dewan. Kami melarang anggota melakukan itu,”ujar Shofyan

Lebih jauh Shofyan menjelaskan bahwa pada beberapa tahun terakhir ada kebiasaan untuk menegosiasikan aspirasi masyarakat dengan anggaran yang diajukan oleh bupati melalui nota pengantar perubahan APBD. Shofyan menyebutkan angka berkisar Rp10 milyar proyek yang diajukan DPRD sebagai proyek aspirasi. Masalahnya menurut Shopyan dalam praktek anggota DPRD menganggap bahwa proyek aspirasi merupakan hak dewan untuk mengawal dan mengintervensi pelaksanaanya.

Sohpyan menyebutkan bahwa angka proyek aspirasi untuk perubahan APBD 2007 ini lebih dari Rp11 milyar, dan 4 milyar diantaranya milik pimpinan DPRD. Hal ini disamping menimbulkan ketidak adilan juga menimbulkan pengelompokan masyarakat yang berafiliasi pada partai yang mengkalim sebagai pemilik proyek. Jika dibiarkan juga akan berpotensi menimbulkan konflik sosial karena pengelompokan-pengelompokan tadi.

Namun bagi Edi apapun alasanya, mulai saat ini seharusnya DPRD mengeluarkan pernyataan sikap untuk tidak bermain proyek, karena akibatnya banyak terjadi penyimpangan dan berpotensi menimbulkan kerugian negara akibat adanya intervensi dewan atas pelaksanaan proyek, termasuk untuk mengusung rekanan penyedia barang dan jasa.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai