Target Dolog 40 Ribu Ton Beras

24 Apr

Target Dolog 40 Ribu Ton Beras

Subang, Untuk mendukung pembentukan harga padi petani pada tingkat harga yang optimal, Sub Dolog Diver Subang mentargetkan pembelian gabah dan beras setara 40 ribu ton beras, selama masa panen tahun 2007 ini. Sampai saat ini baru sekitar seribu ton setara beras yang dibeli dari petani yang terdiri dari gabah dan beras di beberapa wilayah yang mengalami panen.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Waka Sub Dolog Subang Dedi, Selasa (24/4) di kantornya. Namun saat ini menurut Dedi kendala pembelian beras dan padi dari petani adalah karena musim hujan yang sering mengguyur wilalayah Subang, akibatnya kadar air seringkali berada di atas standar yang ditentukan, yakni 25 %. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya meminta kepada para rekanan dolog untuk melakukan pengeringan sebelum diserahkan ke gudang dolog, agar bisa memenuhi syarat pembelian.

“Kendalanya saat ini adalah kondisi cuaca di sini (Subang-red) yang masih tinggi curah hujanya, sehingga petani dan rekanan sulit melakukan pengeringan,”jelas Dedi.

Pihak Dolog juga menjelaskan bahwa harga gabah kering giling sesuai dengan standar HPP saat ini adalah Rp 2.600 perkilogram diterima di gudang Dolog, dengan kadar air maksimal 25 %. Namun karena kondisi cuaca yang masih banyak hujan, maka masih sering ditemukan adanya pembelian gabah dengan harga rendah di lapangan, karena kadar airnya masih diatas batas maksimal tersebut.

Petani Ajo misalnya di Pagaden menyatakan bahwa harga gabah saat ini antara Rp. 2.200 sampai 2.300 per kilogram, yang menurutnya merupakan harga yang kurang memuaskan, karena standar dolog yang Rp.2.600 per kilogram, alasan para pembeli karena kadar airnya tinggi, padahal menurut Ajo padi yang dijualnya sudah cukup dijemur, walaupun memang cuaca seringkali hujan saat menjemur.(Ksm)

Pelaku Pembajakan Truk Sudah Teridentifikasi.

Subang, Keberhasilan jajaran Polres Subang untuk membongkar sindikat pembajak truk di wilayah pantura Jabar perlu diacungi jempol, betapa tidak dalam waktu sebulan terakhir telah berhasil mengungkap tindak kriminal serangkaian pembajakan truk dengan muatanya yang beroperasi di wilayah Pantura Jabar tadi.

Bahkan Kapolres Subang AKBP Sugiono kepada wartawan Selasa (24/4) menyatakan telah mengidentifikasi pelaku. Yang teridentifikasi dari KTP penyewa gudang di Tanggerang. Walaupun alamat di KTP yang bersangkutan di daerah Sumber Cirebon ternyata palsu, tetapi petunjuk ke arah pelaku sudah teridentifikasi

Kapolwil Purwakarta Kombes Pujianto menyatakan akan terus mengembangkan kasus yang saat ini sedikitnya telah dapat menemukan kembali barang bajakan yang disimpan di pergudangan di daerah Taluknaga. Dan saat ini baru 3 pemilik barang yang melapor dan mengidentifikasi barang yang pernah dibajak saat dalam perjalanan di daerah pantura Jabar.

Salah satu korban yang juga hadir saat ekspose di Polres Subang adalah pemilik 117 koli barang kerajinan dan benda seni berupa alat-lata rumah tangga yang berasal dari Denpasar Bali, yang akan diterbangkan ke Saigon Vietnam melalui Jakarta yang terjadi tanggal 4 April 2007. Namun diperjalanan yakni ketika Wahyono, pengemudi truk dengan Nopol L 8006 UM beristirahat di daerah Patrol Indramayu bersama kernet, tiba-tiba disergap sekawanan penjahat.

Menurut ketarangan Mulyono dari pihak CV Rapi, ekspedisi yang membawa barang tersebut Sopir dan kernet berhasil dilumpuhkan oleh sedikitnya 4 orang pembajak, yang kemudian memborgol dan menutup mulut kedua awak truk tersebut dengan lakban. Setelah berjalan sampai daerah Pamanukan keduanya dibuang begitu saja di daerah sepi di wilayah Pamanukan, yang kemudian mereka ditemukan oleh Polisi Patroli Polsek Pamanukan.

walaupun saat itu merupakan kejadian pertama yang dialami oleh eksedisi Rafi yang berkantor pusat di Surabaya, namun mereka tidak terlalu berharap untuk dapat menemukan kembali barang dan yang hilang, karena kejadian demikian memang sering terjadi di pantura Jawa. Sampai akhirnya mereka diberitahu pihak kepolisian tentang penemuan tadi.

“Terus terang kami merasa kagum dengan kecepatan pihak kepolisian menemukan barang bawaan kami,”ungkap Mulyono.(Ksm)

Bangunan Sekolah Baru Dua Tahun Ambruk.

Subang, Diduga akibat rendahnya kualitas pembangunan sekolah, satu unit bangunan SD Danumaya di desa Wanareja kec.Cibogo Selasa (24/4) pagi ambruk,atap gedung menghantam tanah meremukan mebelair kelas yang tidak sempat diselamatkan. kejadian tersebut tidak menimbulkan korban, karena kegiatan kelas telah dipindahkan sejak diketahui memburuknya kondisi bangunan sekolah tersebut.

Suara runtuhnya bangunan tersebut sempat mengejutkan guru dan murid yang sedang berada di kelas pada unit lainya, karena ;letaknya yang memang berhimpitan. Dari 6 kelas yang dimiliki oleh Sekolah tersebut kini praktis hanya tinggal 3 kelas yang digunakan sebagai ruang belajar siswa. mereka terpaksa belajar bergantian. Bahkan anak kelas II dan V terpaksa menggunakan separuh kelas, karena sebaian lainya digunakan sebagai ruang kepala sekolah, kantor guru, sekaligus perpustakaan dan gudang.

Ojo Hermawan kepala SD Danumaya menyatakan bahwa sejak bulan Januari 3 ruang kelas tersebut sudah tidak digunakan lagi, karena penopang atap utama bangunan tersebut sudah melengkung dan dinding penyangganya retak pada beberapa bagian. Sejak saat itu para murid harus bergantian menggunakan ruang kelas, karena hanya tingga 3 ruang kelas yang masih bisa digunakan.

“Sejak bulan Januari lalu memang saya mengambil keputusan untuk tidak lagi menggunakan unit bangunan kelas 4, 5 dan 6 itu, karena kondisinya memang sudah sangat mengkhawatirkan, saya takut ada anak atau guru yang tertimpa bangunan,”jelas Ojo.

Kepala Cabang Dinas (KCD) Disdik Cibogo, Murnali Sastranegara, kepada Radar menyatakan bahwa sedikitnya ada 3 sekolah yang memiliki kondisi yang mengkhawatirkan seperti SD Danumaya ini, namun untuk 2 SD lainya sudah dianggarkan untuk diperbaiki atau dibangun kembali, sementara untuk SD Danumaya memang belum ada anggaran yang dialokasikan, dan diharapkan pihak Disdik dapat memberikan solusi atas masalah tersebut.

“Ini merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera, karena tidak efektif jika kegiatan belajar mengajar dilakukan secara bergantian, apalagi saat ini meraka menghadapi ulangan umum dan ujian akhir,”ujar Murnali.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Subang, Makmur Sutisna menyatakan bahwa untuk bangunan SD yang roboh seperti SD Danumaya, akan diprioritaskan dalam pembangunanya, yang akan diusahakan melalui berbagai sumber pembiayaan baik, APBD Kabupaten, Propinsi, atau dengan APBN Pusat. (Ksm)

Bupati lega UN Lancar

Subang, Pelaksanann Ujian Nasional (UN) SLTA tahun 2007 yang telah berlangsung dinilai cukup lancar, kalaupun ada insiden, hal itu terjadi akibat kurang disiplinya oknum pengawas saat ujian. Namun secara keseluruhan, menurut Bupati Subang Eep Hidayat Minggu (22/4) relatif lancar dan tertib. Hal itu menurut bupati cukup melegakan dirinya sebagai penanggungjawab pemerintahan di daerah.

“Saya mendapatkan leporan bahwa secara keseluruhan cukup lancar dan tertib, itu membuat saya lega, akan lebih menggembirakan lagi jika 100 persen peserta UN lulus semuanya,”ujar bupati.

Demikian juga harapan bupati terhadap pelaksanaan UN SLTP yang akan berlanmgsung mulai Senin (23/4) ini, diharapkan akan lebih baik dari pelaksanaan tingkat SLTA. Untuk capaian peserta UN, Bupati mengharapkan seluruh siswa kelas 3 SLTP, baik yang berada di lingkungan Disdik, maupaun Depag Subang, dapat mengikuti ujian.

Karena angka keikutsertaan dan angka kelulusan menurut bupati akan sangat mempengaruhi tingkat IPM bidang pendidikan, yang sedang giat-giatnya ditingkatkan sejak awal kepemimpinanya. Demikian juga nantinya setelah lulus mereka semaksimal mungkin harus didorong untuk bisa melanjutkan. Namun bupati juga mengakui belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan untuk mendukung hal tersebut, karena saat ini untuk SD pemerintah baru bisa memberikan bantuan operasional sekolah sebanyak 95 persen.

Semenatara untuk tingkat SLTP dan SLTA masing-masing 75 dan 35 persen. Artinya lanjut bupati sisanya masih harus ditanggung masyarakat. Danm masih banyak diantara mereka yang ternyata tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk itu bupati mengharapkan seluruh pihak menjadikan wajar dikdas dan pendidikan menengah sebagai gerakan gotong-royong masyarakat dan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Subang Makmur Sutisna menyatakan optimis untuk dapat melaksanakan UN lebih baik dari tahun sebelumnya, karena kini telah mempersiapkan UN sejak awal, sengan mengikutsertakan para kepala sekolah guru, murid dan orang tua murid. (Ksm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: