Milang Kala ditengah Mimpi dan PR Besar.

6 Apr

Subang – Jika melihat potensi dan posisi strategisnya, maka Subang merupakan daerah yang potensial untuk maju dan berkembang, karena dari sisi geografis, Subang berada di tengah kawasan yang berkembang pesat, yakni menempati titik sentral kota besar Jakarta, Bandung dan Cirebon. Sementara dari sisi sumberdaya manusia diuntungkan karena kedekatanya dengan Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia.

Dalam hari ulang tahunya yang ke-59, yang jatuh pada hari Kamis (5/4) ini, maka kita bisa menyimak berbagai pendapat tentang potensi, peluang dan prospek menuju visi Subang sebagai “Daerah Agribisnis, Pariwisata dan Industri yang Berwawasan Lingkungan dan Religius serta Berbudaya melalui Pembangunan berbasis Gotong Royong pada tahun 2024” yang tertuang dalam rencana strategis daerahnya.

Ketua DPRD Subang Bambang Herdadi menyatakan bahwa dalam HUT Subang merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi diri sebagai sebuah daerah, baik dari sisi pemerintahan, masyarakat dan berbagai bidang lainya, untuk kemudian menjadi bahan bagi langkah Subang ke depan. Secara spesifik Bambang menyebutkan masih banyaknya pekerjaan rumah yang haris diselesaikan terutama oleh pemerintah untuk mewujudkan visi yang telkah ditetapkan.

“Artinya semua itu akan kembali kepada pemerintah Kabupaten Subang, sejauh mana dapat memanfaatkan seluruh potensi dan peluang di satu sisi, dan menghadapi tantangan serta hambatan di sisi lain. Secara khusus saya menyoroti kualitas dan kinerja birokrasi yangmerupakan modal dasar bagi pembangunan di Subang,”ujar Bambang.

Sejauh ini menurut Bambang masih banyak hal yang harus dijelaskan dan dilaksanakan oleh pemerintah, yakni bagaimana dapat membangun motivasi bagi seluruh komponen masyarakat untuk secara bersama-sama membangun Subang sesuai misi dan visi kabupaten. Sebagai contoh Bambang menyebutkan masalah ekonomi kerakyatan, masalah pembangunan pasar di pusat-pusat kota dan desa, serta program perumahan yang mengalami kendala.

Senada dengan Bambang Hassan AR dari LSM Fokus menyatakan bahwa selama ini pemerintah sering menyampaikan keberhasilan pembangunan, tetapi agar seimbang Hassan sepakat dengan pernyatan Bambang. Intinya menurut Hassan adalah konsistensi pemerintah dalam pembangunan tadi, misalnya dalam bidang lingkungan hidup seyogyanya pemerintah tegas tentang masalah tata ruang, galian C, kawasan lindung serta perlindungan terhadap satwa langka.

“Pemerintah harus konsiten tetngan masalah lingkungan hidup, karena jika tidak maka akan terjadi kerusakan lingkungan yang pada saatnya nanti akan mengakibatkan tidak seimbangnya lingkungan hidup untuk mendukung kehidupan di Subang. Yang akan muncul dalam bencana dan kerusakan yang mungkin tak dapat dikendalikan lagi,”papar Hassan.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat Subang, tetapi sebagaian nara sumber menyatakan bahwa selama ini kelemahan utama terletak dalam masalah konsistensi pemerintah dalam mengimplementasikan program dan rencana kerjanya, sehingga memberikan preseden buruk bagi penegakan hukum, peningkatan kualitas dan kinerja aparatur sampai rusaknya lingkungan hidup.

Namun pada dasarnya semua sepakat bahwa melalui momentum Ulang tahun ini diharapkan akan dapat menjadi ruang kontemplasi semua pihak untuk kemudian secara bersama-sama membangun Subang.(Ksm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: