Cikungunya Serang Ratusan Warga Rancadaka

6 Apr

PUSAKANAGARA – Ratusan warga yang ada di Desa Rancadaka Kecamatan Pusakanagara,dalam satu bulan terakhir ini terserang penyakit Chikungunya.Warga mengalami lumpuh,sehingga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa yang mereka lakukan.

Pantauan Radar yang menelusuri Desa Rancadaka,salah satunya di Dusun Rancadaka,sedikitnya 200 orang terserang penyakit yang membuat persendian menjadi lemas.Penyakit yang menyerang secara beruntun dan tiba-tiba setiap harinya,membuat warga cemas,karena kawhatir cikungunya meluas.

Desa Rancadaka, pada saat banjir beberapa bulan yang lalu adalah salah satu daerah yang terisolir dikecamatan Pusakanagara,kini pasca banjir,Desa tersebut digegerkan penyakit chikungunya,akibatnya warga merasa cemas.
Dampak dari banjir adalah sangat potensi terhadap perkembang biakan nyamuk,apalagi menurut d dinas kesehatan Kabupaten Subang,pada bulan maret dan april perkembang biakan nyamuk berpotensi untuk berkembang.

Saminah (60) dan suaminya Astar (65) yang terserang chikungunya,kondisinya sangat mengenaskan.Perempuan renta ini hanya terbaring lemas ditempat tidurnya,Saminah sama sekali tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya,apalagi untuk bangun.Juga Astar,suami Saminah,juga sama,ia terbaring dikamar yang bersebelahan dengan Saminah.

Menurut Saminah,saat chikungunya menyerang,rabu (4/4) kemarin,dirinya merasakan badanya terasa lemas dan panas dingin.lalu kedua tangan dan kakinya terasa kaku dan susah digerakan.Setelah beberapa jam kemudian giliran Suminya,Astar.akibatnya keluarga Saminah panik.karena dua hari sebelum Saminah dan Astar terkena chikungunya,menantunya,Yani (28) juga terekena penyakit tersebut.

“Untuk menggerakan tangan saja susah,bahkan saya sudah dua hari tidak bisa tidur mas,”kata saminah dengan nada lirih.

Kini saminah dan Suaminya,hanya bisa pasrah,karena diri dan keluarganya tidak bisa untuk berobat dengan alasan tidak mempunyai biaya.

Sementara Nurhayati (33),yang satu dusun dengan saminah,juga mengalami penyakit serupa,Nurhayati terserang chikungunya rabu (4/4) malam kemarin,merasakan seluruh badan mengalami panas dingin dan terasa kaku.Dikatakan Nurhayati sebelum dirinya terkena chikungunya,penyakit tersebut menyerang suaminya Asep (37) dan Ibunya Baiya (55),namun Nurhayati lebih parah dari ibu dan suaminya.Kini Nurhayati hanya bisa duduk dan berbaring,karena untuk berjalan,ia belum bisa.

Ditambahakn Nurhayati,penyakit chikungunya yang menyerang desanya sudah lama,yaitu sekitar satu bulan yang lalu.Menurutnya setiap hari selalu ada masyarakat yang terkena,bahkan banyak satu keluarga yang terserang.dan korbanya lebih dari dua ratus orang.

Hal senada juga disampaikan,Karsih (40),warga Dusun Rancadaka sudah satu bulan terakhir dicemaskan dengan penyakit chikungunya,karena setiap harinya selalu ada warga yang terserang penyakit tersebut.termasuk dirinya yang terkena chikungunya satu minggu yang lalu.

“Iya mas setiap harinya didsusun ini selalu ada orang yang terserang penyakit begituan,korbanya sudah banyak,sekitar dua ratusan lebih,belum Dusun yang lainnya mas,seperti Dusun Siwalan.katanya banyak juga yang terserang,”jelas karsih kepada Radar.(kom)

>>Dikirim bersama foto (foto:komarudin kurdi)

>>foto.Saminah korban chikungunya yang lemas dan tidak bisa bergerak ditunggui kerabatnya

Mereka Ingin Berobat tapi Tidak Punya Biaya

PUSAKANAGARA – Serangan chikungunya yang menyerang warga Desa Rancadaka,Kecamatan Pusakanagara,membuat warga Desa tersebut mengalami kecemasan,pasalnya penyakit yang melemaskan persendian dan membuat tidak bisa bergerak dengan dibarengi demam itu,setiap harinya menyerang warga.

Chikungunya yang menyerang warga di Desa,Rancadaka dan korban paling banyak yaitu di Dusun Rancadaka,sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir ini.Mereka yang terserang,rata-rata korbanya dari keluarga miskin,membuatnya korban chikungunya hanya bisa pasrah dan memilih berobat sendiri dengan membeli obat-obatan dari warung,karena untuk pergi berobat ke Puskesmas apalagi kerumah sakit,mereka tidak mampu untuk membayarnya.

Salah satunya Saminah (60),nenek renta yang terserang penyakit tiga hari yang lalu ini, lebih memilih berbaring dirumah saja,karena dirinya tidak mampu untuk berobat,karena untuk makan sehari-hari saja diri dan keluarganya hanya pas-pasan,padahal kondisi penyakit yang dideritanya lumayan parah.Saminah kini hanya bisa berbaring ditempat tidur dengan ditunggui keluarganya,karena kedua tangan dan kakinya tidak bisa begerak,serta badannyapun mengalami demam.

“Saya ingin berobat ke rumah sakit,tapi tidak ada biaya.Untuk makan saja susah mas,”ujar Saminah dengan nada lirih dengan penuh harap.

Selain Saminah,kondisi yang sama juga dialami Baiya (55),dirinya juga ingin mengobati anaknya ke puskesmas atau rumah sakit,tapi tidak mempunyai biaya.
Baiya mengaku,anaknya Nurhayati (33) yang terserang chikungunya pernah berobat kepuskesmas,namun hanya semalam,karena ia tidak punya biya untuk meneruskan berobat anaknya,apalagi untuk dirawat.Kini Baiya yang juga pernah terserang chikungunya,hanya bisa pasrah dan sambil menunggui anaknya Nurhayati dirumahnya.

“Kalau ada biaya pinginnya berobat kembali,tapi ya kami pasrah saja dan cukup membeli obat ini yang dibeli diwarung mas,”kata baiya dengan sedih,sambil menunjukan obat yang dibelinya diwarung.(kom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: