Peredaran Miras Meresahkan.

27 Mar

Subang – Pemerintah diminta untuk mengendalikan peredaran minuman keras (misar) yang akhir-akhir ini sudah merambah kalangan anak muda dan muris sekolah. Sudah saatnya Subang memiliki Perda Miras untuk pengendalian tersebut, jika tidak maka bisa merusak moral dan akhlak masyarakat, terutama generasi muda.

Sebagaimana yang disampaikan oleh ketua Subang Government Watch Eddy Sukmayandi kepada Radar Selasa (27/4). Akibat peredaran dan penjualan miras yang begitu bebas, saat ini banyak anak muda yang kecanduan miras, termasuk anak sekolah. Bahkan peredaranya jauh sampai ke pelosok-pelosok. Saat ini mudah ditemukan anak muda bergerombol dan mereka mengkonsumsi miras.

“Kalau tidak salah DPRD pernah mebahas raperda miras, namun entah kenapa tidak ada kelanjutanya, saya khawatir itu akibat kompromi dengan pihak tertentu,”ujar Eddy.

Menanggapi permasalahan tersebut, ketua DPRD Subang Bambang Herdadi,SH kepada Radar mengakui adanya deskan masyarakat untuk menekan peredaran miras, yang dinilai sudah meresahkan. Untuk itu rencananya Bambang akan mengundang pihak-pihak terkait untuk membahas dan mencari solusi atas masalah ini, dan akan melakukan langkah kongkrit untuk menekan miras.

Mengenai terhentinya pembahasan Raperda Miras Bambang menjelaskan bahwa pada waktu pembahasan, banyak pemikiran dan usulan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat pembahasan, sehingga saat itu raparda miras ditunda pembahasanya untuk mendapatkan referensi yang lebih menyeluruh, agar dapat menjadi peraturan yang efektif dan tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Namun Bambang membantah jika ada sinyalemen bahwa mandeknya pembahasan terjadi akibat ada lobi pihak tertentu.

“Tidak ada itu, apalagi lobi oleh bandar miras, pembahasan itu ditunda murni akibat begitu beragamnya pemahaman di DPRD tentang pelarangan miras, dan kehati-hatian agar tidak bertentangan denganperaturan yang lebih tinggi,”sanggah Bambang.

Langkah awal, menurut Bambang pihaknya akan meminta aparat terkait untuk menertibkan peredaran miras. Bambang menekankan agar tidak ada petugas yang main mata dengan pihak tertentu, karena ia mendapat informasi bahwa seringkali operasi yang dilakukan petugas bocor sebelum dilaksanakan, sehingga tidak membuahkan hasil maksimal.

Setelah itu sebagai ketua lembaga legislatif Bambang akan kembali melakukan pembahasan Raperda Miras. Sebagai perbandingan Bambang menyebutkan bahwa dengan adanya parda miras di Indramayu, peredaranya relatif lebih terkendali dibandingkan dengan Subang. (Ksm)

Perimbangan Migas Kecil, DPRD ke Jakarta.

Subang – Sampai saat ini data tentang produksi dan perolehan Migas Subang tidak jelas, sehingga pendapatan dari perimbangan migas dalam APBD Subang, sebesar Rp18 milyar, menimbulkan pertanyaan pada berbagai komponen masyarakat Subang. Padahal diyakini jika potensi dan produksi migas Subang cukup besar, tetapi pendapatanya ternyata sangat kecil.

Untuk menelusuri data produksi migas tadi Komisi C DPRD Subang telah dua kali berangkat ke Jakarta untuk menemui komisi VII DPR-RI, yang menangani masalah migas di Senayan Jakarta. Dari dua pertemuan tersebut, ketua komisi C Wawan Darmawan menyatakan telah bertemu dengan pihak Pertamina pusat atas undangan komisi VII DPR, namun nampaknya masih perlu pertemuan lanjutan untuk mematangkan pembahasan, dan mendapatkan data kongkrit.

Menurut Wawan seharusnya memang setiap daerah memiliki data produksi migas di daerahnya, dan itu disepakati olah komisi VII DPR, sehinga dapat secara mudah menghitung pendapatan dari perimbangan migas di setiap daerah. Namun sayangnya saat ini tidak ada acuan yang dapat dipegang oleh masyarakat dan pemerintah di daerah, seolah-olah data produksi migas itu hanya milik pemertintah pusat.

“Selama ini kita tidak tahu persis berapa basar produksi migas di Subang, yang kita tahun dana perimbangan migas dalam APBD adalah sekian, bahkan ada kecenderungan penurunan, karena adanya bencana di sektor migas, ini kan jadi tidak jelas,”ujar Wawan.

Data Radar tentang perolehan perimbangan migas, selama ini memang tidak ada angka produksi yang jelas, baik jumlah maupun jenisnya. Bahkan sampai kehadiran presiden SBY ke Subang (21/3) lalu, data produksi itu tetap tidak jelas. Sudah beberapa kali DPRD dan masyarakat Subang mempertanyakan masalah ini, sejak kepemimpinan Eep Hidayat sebagai ketua DPRD hasil Pemilu 1999, hal itu sudah dipertanyakan.

Namun sampai saat ini tetap saja data produksi migas itu tidak pernah jelas. Masyarakat berharap agar upaya yang dilakukan komisi C DPRD Subang untuk mendapatkan informasi tentang potensi dan produksi migas tidak mandek di tengah jalan seperti terjadi sebelumnya, karena hal ini sangat penting untuk pembangunan Subang. (Ksm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: