Mendiknas Canangkan Gebyar PUS

22 Mar

Mendiknas Canangkan Gebyar PUS

Subang – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibjo mencanangkan gebyar Pendidikan Untuk Semua (PUS) di Subang Kamis (2/3). Pencanangan PUS dimaksudkan sebagai titik tolak peningkatan pembangunan pendidikan, dan Subang dianggap penting untuk mencanangkan gerakan ini, sebagai daerah yangg tertinggal pendidikanya.

Dengan memaparkan data-data capaian pendidikan, Subang merupakan daerah yang tertinggal di jawa barat, sementara Jawa Barat merupakan daerah yang tertinggal di Indonesia, bahkan jika dibandingkan dengan propinsi Jateng dan Jatim sekalipun. Dengan dasar itulah Mendiknas memenuhi undangan bupati Subang untuk melihat hasil-hasil pembangunan yang di capai.

“Dalam catatan saya kabupaten Subang termasuk yang harus kencang larinya karena tertinggal pendidikanya, saya sebagai menteri datang ke sini memenuhi undangan bupati untuk melihat hasil-hasil yang dicapai pembangunan pendikan, hal ini saya anggap penting,”ujar Mendiknas.

Untuk dapat meningkatkan pembangunan pendidikan, menurut Mendiknas yang mantan menteri keuangan ini meminta kepada pemerintah dan DPRD agar bersungguh-sungguh untuk mendorong laju peningkatan hasil-hasil pendidikan. Bila perlu ada dana yang dialokasikan untuk mendukung dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS), bila hal tersebut dianggap penting untuk mendukung sekolah yang memang memerlukan dukungan tambahan BOS.

Dalam kesempatan tersebut Mendiknas menyampaikan 3 unit mobil dan 2 unit motor pendukung Pendidikan Luar Sekolah (PLS), bantuan langsung kepada murid berupa alat tulis sekolah serta seragam. Khusus untuk PLS, juga ditandatangai nota kesepahaman dalam bidang Pendidikan Anak Usian Dini (PAUD) sampai tahun 2013 untuk 60 desa yang tersebar di 22 kecamatan.

Sementara itu bupati Subang Eep Hidayat dalam sambutanya menyatakan bahwa pola pembangunan pendidikan di kabupaten Subang dilakukan dengan mengundang partisipasi masyarakat, mulai dari perencanaan dan pelaksanaanya. Demikian juga dalam program Paket A, B, C dan KF, pola pembangunanya dilaksanakan dengan mengundang partisipasi masyarakat. (Ksm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: